Analisis Situasi dan Kebutuhan Pangan di Tengah Prahara Covid 19
ANALISIS SITUASI DAN KEBUTUHAN
PANGAN DI TENGAH PRAHARA COVID 19
Coronavirus 2019
(COVID 19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan
akut coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyakit ini pertama kali diidentifikasikan
pada Desember 2019 di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei China, dan sejak itu
menyebar secara global, mengakibatkan pandemi coronavirus 2019-2020 yang sedang
berlangsung. Virus ini terutama menyebar di antara orang-orang selama kontak
dekat. Sering melalui tetsan kecil yang dihasilkan oleh batuk, bersin, atau
berbicara. Tetesan tersebut biasanya jatuh ke tanah atau ke permukaan daripada
tetap berada diudara dalam jarak jauh.
Semua orang dapat
terinfeksi dengan menyentuh permukaan yang terkontraminasi dan kemudian
menyentuh wajah. Gejala umum termasuk demam, batuk, kelelahan, sesak nafas dan
kehilangan bau. Sementara sebagian besar kasus menghasilkan gejala ringan,
beberapa berkembang, menjadi pneumonia virus, kegagalan multi-organ atau badai
sitokin.suatu gejala yang sangat mengkhawatirkan adalah kesulitan bernafas,
nyeri dada yang menetap, kebingungan, sulit bangun dan kulit kebiru-biruan.
Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala biasanya sekitar 5 hari tetapi dapat
berkisar dari 2 – 14 hari.
Strategi menjauhkan
sosial merupakan salah satu tujuan untuk mengurangi kontak orang yang
terinfeksi dengan kelompok besar dengan menutup sekolah dan tempat kerja,
membatasi perjalanan, dan membatalkan pertemuan publik besar. Pedoman jarak
jauh juga mencakup bahwa orang harus terpisah setidaknya 1,8 meter.
Dengan adanya COVID
19 ini berdampak dengan suatu kebutuhan pangan dalam keluarga. Pertumbuhan
ekonomi sangat berpengaruh terhadap kebutuhan pangan, sesuai dengan pertambahan
jumah penduduk. Kebutuhan pangan di Indonesia hampir dapat dipenuhi semua, dari
potensi domestik, kecuali untuk komoditas pangan asal daging impor dan kedelai
yang masih mengalami defisit, sedangkan untuk beras, jagung, kacang maupun ubi,
telor, daging ayam, dan susu mengalami surplus yang tinggi.
Pengertian Kebutuhan Pangan
Pangan merupakan
kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia. Pangan adalah salah satu kebutuhan
pokok yang dibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah tertentu sebagai sumber
energi dan zat gizi. Dengan kekurangan atau kelebihan pangan dalam jangka waktu
lama akan berakibat buruk terhadap kesehatan. Ketahanan pangan menurut UU No 18
Tahun 2012 merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi seluruh rumah tangga yang
tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman,
merata dan terjangkau. Ketersediaan pangan adalah aspek terpenting dalam
mewujudkan suatu ketahanan pangan. Penyediaan pangan diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan pangan bagi masyarakat, rumah tangga, dan individu secara
berkelanjutan. Target pencapaian angka ketersediaan pangan per kapita per tahun
sesuai dengan angka kecukupan gizinya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
pangan masyarakat dan meningkatkan kuantitas serta kualitas konsumsi pangan.
Buckle et, al. 2009
mengatakan bahwa pangan merupakan bahan-bahan yang dimakan sehari-hari untuk
memenuhi kebutuhan bagi pemeliharaan, pertumbuhan, kerja, dan penggantian
jaringan tubuh yang rusak. Pangan yang akan dikonsumsi selain menjadi kebutuhan
pokok pangan juga dijadikan sebagai penunjang dalam mempertahankan kesehatan dan
pemenuhan kebutuhan gizi. Kemampuan konsumsi pangan rumahtangga dapat menjadi
salah satu indikator keberhasilan ketahanan pangan dalam rumahtangga itu
sendiri. konsumen rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jumalah
pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga serta tingkat pendidikan dalam
keluarga.
Peran masyarakat
sangat penting dalam melaksanakan strategi ketahanan pangan dapat dilakukan
melalui pengembangan sistem produksi pangan yang dapat dilihat dari keunggulan
sumber daya manusia. Dengan masyarakat yang unggul, kreatif dan inovatif maka
kedepannya mampu memaksimalkan potensi yang ada untuk menghasilkan produksi
pangan yang melimpah. Selain itu, masyarakat sebagai modal utama yang memiliki
keterampilan pengembangan dan pengelolaan pangan secara mandiri, dapat
menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar untuk memenuhi kebutuhan
pangan lokal dan nasional.
Ketahanan pangan
dalam sistem islam tidak terlepas dari sistem politik islam. Politik ekonomi
islam merupakan jaminan pemenuhan semua kebutuhan primer (kebutuhan pokok)
setiap individu per individu secara menyeluruh. Karena itu ketahanan pangan
dalam islam meliputi jaminan pemenuhan kebutuhan pokok pangan, ketersediaan
pangan dan keterjangkauan pangan oleh individu masyarakat, serta kemandirian
pangan negara. Situasi pangan meliputi ketersediaan pangan, kemandirian pangan,
keterjangkauan pangan, dan konsumsi pangan.
Pekalongan, 04/05/2020
Penulis :
Imala Khusniyah 2013116061
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
IAIN Pekalongan
Komentar
Posting Komentar